The began of struggle

Mungkin memang butuh waktu panjang untuk memulai untuk berjuang dan untuk menghasilkan apa yang diinginkan
Cita cita yang hanya direstui oleh sebelah pihak orang tua
Cita cita yang membutuhkan perjuangkan persiapan yang tak mudah untuk didapatkan
Berbagai rintangan hambatan kepedihan hingga kegagalan yang didapatkan
Perjuangkan ini tak sendiri, aku bersama 10 teman perempuan ku
Memperjuangkan ini mempertahan ini menguatkan niat ini untuk bisa belajar disana.
Bukan hanya diri ini yang mengaharap kan cita cita itu? Apa bahagia? apa bisa aku pergi? tanpa mereka yang menemani perjuangan ini, proses untuk menggapai cita cita yang mulia ini.
Tangisan perjuangkan untuk mempertahankan jumlah kami yang cukup banyak untuk bisa bertahan karena banyaknya hambatan faktor yang tak mungkin dipaksakan.
Aku percaya ini kembali pada takdir terbaik dari allah untuk masa depan kami.
Ujian yang kami lewati tak semudah tak semulus yang dibayangkan 
Ujian yang kami harapkan adalah sebuah keberhasilan dengan keyakinan
Namun takdir kembali berkata lain, ada yang harus kau pelajari dari ini 
Yang pertama adalah keikhlasan yang sulit diterima oleh setiap orang.
Kemudian sabar yang juga tak mudah untuk kami terima dalam diri ini.
Mungkin kecewa  nomor yang kesekian tapi ikhlas adalah yang pertama
Apa hati ini bisa menerima atau tidak?
Melapangkan dada tak semudah yang dibayangkan semua muncul dari hati yang ikhlas dan membutukan kesabaran.
Doa yang tak putus dengan usaha keras yang menemaninya telah kulakukan
Bagaimana cara aku bisa menggapainya?
Sementara kegagalan sedang menemaniku
Kecewa pasti namun jangan sampai terlalut dalam duka lara karenanya, tapi berkaca lebih baik karena banyak orang yang lebih lama dalam berjuang dan tetap menghasilkan kegagalan yang sama pula namun mereka bisa tetap ikhlas dan sabar menerimanya walau dengan air mata kecewa. 
Sulit dibayangkan betapa perih dan sakit nya,
Doa usaha air mata penuh harap terus menjadi jadi
Hingga kini ada satu jalan kesempatan untuk menggapainya,
Apa aku bisa meraih kesempatan ini?
Perjuangan ini belum selesai
Ada yang lebih utama yang harus aku perjuangkan lebih dari doa dan usahaku,
Ada yang harus aku cari lebih dari segalanya
Ada yang harus aku gapai untuk menggapai segalanya
Kegagalanku yang membuat mereka sedikit kecewa
Ketika ada satu jalan kesempatan ibuku berkata apa ini tidak memaksakan?
Sedih sakit bingung bagiku untuk bertindak,
Segenap doa usahaku untuk meyakinkan bahwa aku benar - benar sunggu - sungguh untuk belajar disana.
Kemudian tangis kesedihan serta kekecewaan itu berubah menjadi senyuman manis bahagia yang begitu mengharukan.
Tak ada kebahagian yang begitu indah, kebahagian ketika kau mendapatkan apa yang kau dambakan
Aku bersyukur 
Aku bertekad
Aku berjanji pada diriku 
Ini amanah yang harus aku jaga karena banyak tanggung jawab yang luar biasa berat setelahnya.
Sekian banyak dari kami yang berjuang 
Sekian lama kami mempertahankan
Kami sadar inilah takdir tak semua jalan setiap orang sama, walau dalam satu perjuangan yang sama pula,
Sekian bulan aku lewati proses belajar belajar dan terus belajar 
Hingga kini adalah detik-detik terakhir perjuanganku ditanah air
Detik-detik kami mempersiapkan segenap niat serta tekad yang kuat untuk menuntut ilmu semata karenamya di timur sana.
Aku tak sendiri
Aku bersama Allah 
Aku bersama doa-doa orang tuaku, guru serta orang-orang yang menyangiku
Aku bersama mereka yang telah lama menemani perjuangan ini
hingga kami bisa menggapainya bersama kembali
Doakan kami kawan,
Negri kinanah menanti kami untuk berjuang kembali
Indonesia menanti kesuksesan serta pengabdian kami 
Meneruskan perjuangan nabi membangun peradaban islam.

Thanks god :)
This is us,

Dibuat di terbitkan di Bekasi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetap tumbuh, walau rapuh

BURNOUT