Muhasabah diri
sumber : berdasarkan persepsi dan keyakinan
Aku tak tau bagaimana diriku, jika tiada cobaan atau ujian yang datang. Semua memang butuh keyakinan dan tekad yang kuat, karena hidup ini pilihan maka dari itu aku harus siap dengan apa yang ku pilih dan yang kujalani saat ini. Dan setiap langkah keputusan yang ku ambil disitulah cobban akan datang, namun tergantung setiap orang menyikapi dari semua yang allah beri. Dari situlah aku bisa memaknai kehidupan lebih dalam.
Muhasabah untuk diri sendiri adalah suatu kewajiban bagi setiap mahluk sang pencipta. Tanpa muhasabah aku tak tau dimana letak kesalahanku dan dimana yang harus kuperbaiki. Setiap orang pasti memiliki masa lalu, ini yang selalu kujadikan perbaikan kedepan, namun terkadang masa lalu membuat sebagian orang terpuruk dan takut untuk melangkah maju untuk kehidupan yang lebih cerah, karena mereka trauma akan suatu kejadian.
Masa lalu tak harus dijadikan beban, karena yang lalu biarlah berlalu, semua tak akan kembali. Masa lalu yang buruk adalah suatu kewajaran, sebab setiap orang tak pernah luput dari kesalahan, karena dari kesalahan aku bisa belajar untuk mengubah dan menata hidup yang benar dan selalu dalam kebaikan.
Kini aku memaknainya dengan cara diam. Diam bukan berarti aku harus menjadi seorang yang pendiam. Diam adalah suatu keberuntungan saat cobaan datang. Rasulullah SAW bersabda, "Diam (tidak berbicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikir orang yang melakukan." [HR. Ibnu Hibban]. Akan tetapi dalam kehidupan ini sedikit dari kita yang tak mampu menahan untuk berbicara yang tidak ada manfaat dan kebaikan didalamnya.
Dan sekarang yang kurasa, aku bahagia dengan segala apapun yang allah berikan kepadaku, karena aku yakin semuanya akan berakhir dengan segenap do'a dan usaha yang kulakukan.
And the last i don't know what to say but i want to say so many thanks to my parrents who always support me every where and avery time. Because in my heart there are no days without the power of love of them who always remind me to Allah swt. I will say thanks too for all my friends as my biggest family they my second priority who has given me so many lesson the mean of life.
catatan hati sagita nur bachri
Komentar
Posting Komentar