Panggung Gembira 625
PANGGUNG GEMBIRA.
Mungkin sebagian orang yang kurang paham hanya bisa menilai bahwa ini hanya kegiatan menghambur - hamburkan uang. Namun lain bagi yang mengerti, jika dicermati di pandang secara dalam, dibalik semua penampilan yang ada mengandung pesan pendidikan didalamnya. Bagi yang merasakan tinggal di pesantren pasti tahu kegiatan ini yang merupakan kegiatan penampilan persembahan santri akhir kepada seluruh warga pondok.
Lima tahun sudah berlalu, gue cuma bisa melihat, menikmati, berkomentar tentang PG yang ditampilkan, oleh kaka kelas gue. Dulu gue ga ngerti ga paham gimana acara itu bisa berjalan, gimana cara nyusun kerangkanya, latihanya, backgroundnya, pokoknya semua yang ada di Panggung Gembira. Dipondok ini gue belajar, gue ngerti apa yang ada di balik panggung, ngerti gimana ngatur acara, bukan cuma itu disini gue dilatih untuk sabar mengerti keadaan, mengerti perasaan, mengerti dimana saatnya waktu untuk mengalah dan membela diri sendiri, menegerti kalau gue ga boleh egois, intinya gue mengenali kehidupan yang sebenarnya.
Btw, Gue jelasin terlebih dahulu apa itu Panggung Gembira? Panggung Gembira 625, angka 6 menunjukan bahwa kita santri akhir kelas 6 TMI (Tarbiyatul Mua'llimin wal Mu'allimat al - Islamiyah) , angka 25 menunjukan bahwa kita angkatan ke - 25. Nah PG itu singkatan yang akrab untuk disebut - sebut, PG itu semacam pentas seni yang biasa ditampilkan dimana - mana, bedanya kalau PG bernilai pendidikan yang ditampilkan dengan tampilan islami.
PG 625 bertepatan dengan milad ke 30 tahun Pondok Pesantren Darul Muttaqien, jadi tema yang diambil adalah "Mengubah Lelah menjadi Lillah". Untuk tema-nya kita ngambil konsep The Greatest Show Man, ya itung - itung biar ada sensasi nonton greatest show man yang asli. Nah penampilannya yaitu ada Mind of Mouth semacam debat menegangkan gitu, Ribuan Pesan pesan berantai yang memerankan tokoh - tokoh yang menyampaikan sebuah pesan pendidikan berdasarkan konsep yang ada, Teater Kabaret sejenis dengan drama kabaret itu, Rajutan Sajak kalau gue gambarin ini itu meyampaikan pesan dengan bahasa yang tinggi dengan instrumen yang tegang gitu, Recycle Parade semacam perkutsi tapi ala - ala santri gitu deh, DLF Gambus for the firts perfomance kita pakai konsep gambus, Twinkle Art lukisan wajah penggagas pendiri pondok gue,

Komentar
Posting Komentar