~PPM 2018~
PPM 2018
PPM (Praktek Pengabdian Masyarakat). Ada beribu cerita yang ingin gue sampaikan cukup banyak luas tanpa batas dalam judul ini. Ternyata benar belajar ini ga cukup kalau hanya teori saja, hidup perlu adanya praktek. Melalui PPM ini gue bukan cuma belajar mengajar tapi dari ppm ini gue bisa belajar mengenal kehidupan yang fana. Ini yang gue rasakan, ada kekeluargaan, persahabatan, cinta, kasih sayang hingga gue sulit melupakan. Gue bahagia. Andai sebelumnya gue tau manisnya pertemuan, bakal gue tolak pahitnya perpisahan detik itu juga.
Jauh - jauh hari telah dipersiapkan mulai dari barang- barang yang dibawa hingga sistem acara. Seluruh persiapan sudah siap, semuanya gue upayakan hanya untuk belajar, belajar dan belajar. Sebelum berangkat kita dibekali pesan oleh bapak pimpinan sebagai pelepasan perjuangan kami nanti disana. Beliau menghimbau bahwa disana kita bukan untuk mengajar tapi untuk belajar ditengah tengah mereka (masyarakat). Segenap niat telah kumpul untuk bekal niat lurus gue disana, harapan semoga sehat dan berjalan dengan lancar.
Senang, bahagia hingga dimabuk ceria bersama teman - teman tercinta. Walau gue cuma dibawa oleh roda empat berwarna biru ke tempat lokasi, ini ga akan ngilangin rasa syukur gue. Karena bukan dengan apa kita pergi tapi bersama siapa kita menjalankanya. Tawa yang menghilangkan sedih dan duka lara, kata Allah kita terlalu senang dia cemburu. Sampai akhirnya Allah memberi ujian kesabaran untuk kami menunggu. Angkot yang gue tumpangi nyasar. Sejauh perjalanan yang kita jalanin sia - sia, tujuan kami menuju kantor kepala desa tapi tersesat hingga tempat wisata. Dan akhirnya sampai, upacara udah berlangsung dan gue telat. Alhamdulillah selamat sehat sampai tujuan dan masih bisa menikmati pegalnya berdiri. Mungkin inilah takdir, selesai upacara dan pergi menuju lokasi ppm pun gue sama teman - teman nyasar lagi. Allah sedang mengingatkan kami.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Gue langsung diantar ke masjid yang katanya ada keranda depan tempat wudhu. Ini yang paling gue takuti dan hindari hingga akirnya kita protes untuk minta rumah penduduk. Kemudian gue langsung diantar ke rumah kediaman Bu Lurah, betapa senangnya kita bahwa ahlul baitnya bu lurah. Rumah yang cukup besar dengan dua lantai dan beberapa kamar yang dapat menampung kita. Gue nyariin dimana nih bu lurah, ternyata yang gue tempatin rumah keluarga besar pak lurah dan diisi oleh pak Nani adiknya pak lurah.
Sesampainya disana, kita disambut oleh ustad Agus selaku pengasuh majlis ta'lim madinatul huda di masjid al - barkah. Beres - beres rumah kami tertunda untuk makan siang yang sudah disiapkan oleh Ustad Agus. Setelah makan, kami bertanya banyak dengan pak Agus tentang berbagai hal di kampung sasak ini. Sebelum kami memulai kegiatan PPM, gue dan teman - teman akan bersilaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat seperti Pak Lurah, Pak RT, ketua majelis ta'lim ibu - ibu dan lain sebagianya. Hari pertama kami di isi dengan bersih - bersih rumah, bersilaturahim dan setelah magrib ini adalah awal pengenalan kami di TPQ Madinatul Huda.
Anak - anak disana menyambut serta menerima kami dengan hangat. Ini lah saatnya gue harus belajar mengenal dunia mereka, mengenal karakter dari mereka masing - masing serta memhami adat yang biasa dilakukan.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Gue langsung diantar ke masjid yang katanya ada keranda depan tempat wudhu. Ini yang paling gue takuti dan hindari hingga akirnya kita protes untuk minta rumah penduduk. Kemudian gue langsung diantar ke rumah kediaman Bu Lurah, betapa senangnya kita bahwa ahlul baitnya bu lurah. Rumah yang cukup besar dengan dua lantai dan beberapa kamar yang dapat menampung kita. Gue nyariin dimana nih bu lurah, ternyata yang gue tempatin rumah keluarga besar pak lurah dan diisi oleh pak Nani adiknya pak lurah.
Sesampainya disana, kita disambut oleh ustad Agus selaku pengasuh majlis ta'lim madinatul huda di masjid al - barkah. Beres - beres rumah kami tertunda untuk makan siang yang sudah disiapkan oleh Ustad Agus. Setelah makan, kami bertanya banyak dengan pak Agus tentang berbagai hal di kampung sasak ini. Sebelum kami memulai kegiatan PPM, gue dan teman - teman akan bersilaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat seperti Pak Lurah, Pak RT, ketua majelis ta'lim ibu - ibu dan lain sebagianya. Hari pertama kami di isi dengan bersih - bersih rumah, bersilaturahim dan setelah magrib ini adalah awal pengenalan kami di TPQ Madinatul Huda.
Anak - anak disana menyambut serta menerima kami dengan hangat. Ini lah saatnya gue harus belajar mengenal dunia mereka, mengenal karakter dari mereka masing - masing serta memhami adat yang biasa dilakukan.
Komentar
Posting Komentar