Bangkit
Terimakasih
untuk diriku yang sudah sejauh ini melangkah dan terus melangkah serta bertahan
dari sekian banyak rintangan dan kesalahan yang kian telah dilakukan kemudian
tetap berusaha dengan segala perbaikan. Lemah sekali rupanya, bahkan ketika
suatu hal berat terjadi saat itu terasa bodoh sekali diri ini kalau kita
berkaca dihari kemudian. Namun tak mengapa, karena dari situ segala bentuk
pelajaran dan suatu pengorbanan untuk yang terbaik dilihat dari segala proses
yang telah dilakukan. Dimana kita mengambil satu langkah yang tak sesuai, maka
dari situ kita telah melihat mana jalan yang benar yang harus kita pilih
setelahnya.
Seringkali kita merasa ingin menyerah, tak
ada jalan bahkan tak kuat untuk bertahan, yang pada akhirnya hanya diri sendiri
yang selalu disalahkan dan penyesalan yang dijadikan alasan. Berkali - kali
kita bercerita kemudian meminta solusi kepada orang yang dipercaya namun tak
sedikit dari banyaknya manusia hanya diam memendam segalanya, entah karena tak
kuasa untuk meluapkan, merasa mampu menahan keresahan, atau bahkan kesepian
karena selalu merasa sendirian. Bahkan diantara diam ataupun bercerita tak
menjamin segala yang berat menjadi terpecahkan, karena kalau hanya mengandalkan
sandaran terhadap sesama insan bukanlah sebuah jalan keluar.
Kata sabar yang selalu teralihkan saat
yang berat itu datang, ikhlas yang semakin pudar seolah merasa paling menderita
dan sengsara tanpa berkaca sebenarnya ini belum seberapa dari sekian banyak
orang hebat diluar sana yang telah melewati berbagai macam tantangan. Kemudian
syukur yang kian lama kita lupakan, saat itu kita tak memandang kebawah, yang
kita lihat hanya orang-orang diatas yang sedang merasakan kebahagiaan. padahal
sebenarnya yang terlihat senang atau bahagiapun belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Perlahan ketenanganpun datang, kemudian
satu persatu permasalahan terpecahkan, dari sekian banyak tuhan mengirim ujian
dan cobaan bukanlah perkara bahwa hidup ini tidak adil, tapi disitulah dia
menguji agar kita naik ke derajat yang lebih tinggi, agar kelak ketika
kebahagiaan datang kita selalu ingat masa dimana tuhan menguji agar kita selalu
kuat dan tegar serta bersyukur atas segala takdir tuhan, bahwa setiap kesulitan
pasti ada kemudahan yang mengiringinya.
Dan ini bagian dari mencintai diri sendiri,
ketika cobaan datang bukanlah jalan untuk menyerah dan putus asa, tapi
disinilah tuhan juga menguji sampai batas mana kita berjuang untuk menggapai
segala cita-cita dan harapan. Tak jarang keresahan datang, namun ketika kita
bersandar dan melibatkan segala urusan kepada tuhan, cepat atau lambat
segalanya akan terselesaikan. Mencintai diri sendiri adalah ketika kita
terkoneksi pada sang illahi, yang mana ketenangan hati selalu datang mengiringi
sekalipun kita berada ditengah badai yang tak kunjung usai.

love ur self, sajita pahita! because u're precious.
BalasHapusTencuuu somuch zahrooğŸ˜
Hapus