Cerita hari raya
Satu pekan sebelum hari raya aku disibuki dengan macam kegiatan, padahal detik - detik berkahirnya ramadhan ini harusnya aku sudah menutup diri dengan dunia dan segera menyibukan diri dengan kegiatan rohani untuk segera membersihkan hati.
Ditengah kesibukan ku usahakan untuk menyempatkan dan mengisi waktu luang untuk kembali kepada ia sang khaliq. Rasanya seperti jauh sekali namun ku tak berhenti untuk selalu mendekati dan kembali kepadanya.
Tepat satu malam sebelum hari raya tiba, aku tak ada daya, "paling hanya pusing biasa, besok segera lekas kembali hanya lelah saja" gumamku.
Alhamdulillah Allah memberiku sedikit sehat untuk melaksanakan solat idul fitri di sebuah Masjid mewah di Kota besar yang tidak begitu dekat dari tempat tinggalku.
Hari semakin siang, tenagaku mulai hilang.
Kepalaku semakin berat.
Badanku terasa panas dengan suhu sedang.
Kakiku berat untuk melangkah pulang.
Mataku tak kuasa menahan lelah ingin cepat memejamkan mata.
Hingga aku tertidur rasa itu bukan semakin hilang justru semakin parah.
Ya tuhan..
Benarkah ini yang kurasa adalah tanda kuasamu?
Kemudian aku terbangun dalam keadaan lapar, kemudian rezeki datang melalui perantara salah seorang hambanya.
Rasa sakit yang kian lama tidak kunjung reda justru malah semakin parah lalu kutahan hingga kuputuskan untuk pergi ke rumah sakit upaya ikhtiarku sebagai seorang hamba.
Satu minggu sudah terlewati, Allah memberiku kesempatan untuk istirahat yang terbilang panjang,
Katanya kalau aku tidak istirahat tubuhku semakin lelah dan semakin jauh aku untuk mendekatinya.
Allah baik memberiku sakit,
Katanya kasihan kalau habis hari raya nanti aku banyak pergi dan banyak menghamburkan uang, biar uang itu disedekahkan saja ke rumah sakit untukuk membantu gaji para karyawannya.
Allah mengujiku tepat sebelum ujian, katanya aku harus sabar dan kembali lapang karena kalau tidak nanti aku susah dalam belajar.
Aku bersyukur dirumah saja disaat banyak manusia yang bahagia sehat sentosa setelah hari raya, karena Allah punya rencana hebat agar aku lebih baik dari sebelumnya.
Aku menahan sakit dalam fisik, aku menangis bahagia karena hatiku semakin dekat dengannya.
Begitulah hidup,
Terkadang ketika sehat kita lupa rasanya sakit.

Komentar
Posting Komentar