Berdamai

 

Kini badai yang sangat kencang telah pergi dimakan waktu. Kegundahan dalam diri sudah tenang layaknya air danau, namun tidak menutup kemungkinan badai itu tidak akan datang lagi, kalaupun suatu saat ia kembali hal ini bukan lagi yang pertama kali.

Rasanya memang bahagia luar biasa saat ini, seperti tak ada beban. Namun siapa sangka? Kesenangan yang tuhan beri bukanlah keabadian, bisa jadi ini ujian agar kita tidak terlena oleh manisnya kehidupan.

Hidup memang terkadang membingungkan, banyak teka-teki yang harus segera diselesaikan. Tapi disitulah nikmatnya proses, tuhan memberi banyak ujian agar kelak ketika badai itu kembali kita sudah siap dan kuat karena pondasi diri yang tak lemah lagi.

Terkadang kita bertanya-tanya, apa maksud tuhan memberi ujian seberat ini? Bahkan lebih banyak mengeluh ketimbang memberbaiki, yang ada hanya menyalahkan diri sendiri.

Waktu demi waktu terlewati, satu persatu maslah terselesai. Memang tidak sempurna prosesnya, namun kita berhasil menghadapi dan melewatinya.

Setelah badai berlalu, bukan lagi saatnya kita lalai dalam kehidupan. Angka usia memberi tanda bahwa hidup mengajarkan tentang perjuangan, tentang bagaimana proses baik yang akan dijalankan, tentang akhir apa yang akan dicapai.

Kesalahan itu bukanlah masalah, bahkan hadirnya memberi banyak pelajaran untuk diri kita yang masih penuh dengan kekurangan. Yang salah adalah ketika kita selalu merasa benar terhadap apa yang kita lakukan dan seringkali salah menilai orang dengan memandang sebelah mata.

Mulai sekarang lakukanlah apa yang memang tuhan perintahkan karena seringkali kita lupa akan kewajiban sehingga ujian dtang merupakan bagian dari sanksi kehidupan. 

Tapi percayalah..

Segala yang berat akan ringan kalau hati ikhlas menerima segala takdir tuhan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tetap tumbuh, walau rapuh

The began of struggle

BURNOUT